Aku ingin menuliskannya kenangan yang nyaris tak pernah terbesit di otakku, dengan maksud aku tak akan pernah melupakannya.
Pukul lima sore sepulang dari mengajar, aku pulang lewat gang 1 dan tiba-tiba muncul begitu saja kenangan itu. Ya kenanganku semasa SD bersama tetangga-tetangga sekitar kompleks rumah, di TK Songgolangit sewaktu sore hari, antara 12-13 tahun yang lalu.
Aku melewati TK Songgolangit dan ketika aku lewat, di sana ada beberapa anak kecil juga mbak-mbak duduk di atas sepeda sambil mengobrol dengan mbak-mbak lain yang memegang mangkok. Aku melihat dari pagarnya, pintu masuknya, dan juga tembok pembatas untuk daerah belakang yang diberi kawat-kawat untuk mencegah orang bisa melompatinya, well, orang-orang seperti aku dan teman-temanku dulu. *tersenyum*
TK Songgolangit tidak begitu besar, tentu saja, karena letaknya pun di kompleks perumahan jadi ya hanya sebatas luas seukuran rumah di perumahan dengan halaman belakang yang cukup bisa dijadikan arena bermain dengan adanya ayunan, prosotan, dan panjat-panjatan juga mainan lain semacam itu.
Ini cerita tentang teman-temanku dan aku sewaktu masih duduk di SD. Cerita masa kecilku yang sudah berada di Solo. Sore hari di sekitar tahun 1998 atau 1999, seperti biasa anak-anak seumurku di kala itu bermain keluar rumah. Sesekali kami main gobak sodor, atau lompat tali, atau hanya sekedar main ke rumah tetangga sebelah main rumah-rumahan. Tapi kali itu, aku dan teman-temanku baik yang laki-laki dan perempuan bersepeda menuju gang 1, ke TK Songgolangit.
Pagar kecil itu memang tidak terkunci, dan di halaman depan memang ada prosotan tapi hal itu kurang bagi kami. Kami ingin ke halaman belakang meski kami tahu betul sudah pasti pintu penghubung dari halaman depan ke halaman belakang sudah pasti dikunci. Dan pintu itu memang benar-benar terkunci.
*senyum*
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Comments
Post a Comment