Skip to main content

Sore hari di 1990an

Aku ingin menuliskannya kenangan yang nyaris tak pernah terbesit di otakku, dengan maksud aku tak akan pernah melupakannya.

Pukul lima sore sepulang dari mengajar, aku pulang lewat gang 1 dan tiba-tiba muncul begitu saja kenangan itu. Ya kenanganku semasa SD bersama tetangga-tetangga sekitar kompleks rumah, di TK Songgolangit sewaktu sore hari, antara 12-13 tahun yang lalu.

Aku melewati TK Songgolangit dan ketika aku lewat, di sana ada beberapa anak kecil juga mbak-mbak duduk di atas sepeda sambil mengobrol dengan mbak-mbak lain yang memegang mangkok. Aku melihat dari pagarnya, pintu masuknya, dan juga tembok pembatas untuk daerah belakang yang diberi kawat-kawat untuk mencegah orang bisa melompatinya, well, orang-orang seperti aku dan teman-temanku dulu. *tersenyum*

TK Songgolangit tidak begitu besar, tentu saja, karena letaknya pun di kompleks perumahan jadi ya hanya sebatas luas seukuran rumah di perumahan dengan halaman belakang yang cukup bisa dijadikan arena bermain dengan adanya ayunan, prosotan, dan panjat-panjatan juga mainan lain semacam itu.

Ini cerita tentang teman-temanku dan aku sewaktu masih duduk di SD. Cerita masa kecilku yang sudah berada di Solo. Sore hari di sekitar tahun 1998 atau 1999, seperti biasa anak-anak seumurku di kala itu bermain keluar rumah. Sesekali kami main gobak sodor, atau lompat tali, atau hanya sekedar main ke rumah tetangga sebelah main rumah-rumahan. Tapi kali itu, aku dan teman-temanku baik yang laki-laki dan perempuan bersepeda menuju gang 1, ke TK Songgolangit.

Pagar kecil itu memang tidak terkunci, dan di halaman depan memang ada prosotan tapi hal itu kurang bagi kami. Kami ingin ke halaman belakang meski kami tahu betul sudah pasti pintu penghubung dari halaman depan ke halaman belakang sudah pasti dikunci. Dan pintu itu memang benar-benar terkunci.

Kalau dipikir ternyata diumur segitu (mungkin saja) tidak mengenal yang namanya menyerah. Karena teman-temanku yang laki-laki langsung memanjat tembok pembatas itu dan mereka berhasil masuk! Melihat itu, aku dan teman-temanku yang perempuan ingin ikut bergabung bermain di halaman belakang. Tanpa pikir panjang aku pun memanjat tembok itu. Dan rombongan kami itu akhirnya memanjat tembok pembatas tersebut, kami bermain di halaman belakang dengan riang. Hari itu pun kami juga bermain sekolah-sekolahan. Sampai maghrib hampir datang barulah kami keluar dari halaman belakang itu, tentu saja dengan kembali memanjat tanpa berpikir panjang langsung pulang ke rumah.

*senyum*

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Comments

Popular posts from this blog

Backpacker Japan March 2017: Hello Japan!

Departure Day Tanggal: 12 Maret 2017 Hari yang ditunggu akhirnya datang juga, pertama kali akan pergi backpacker sampai ke Jepang. Dari jam 06:00 pagi aku sudah arrive di Soekarno Hatta. Pesawat akan depart jam 08:30 pagi. Ini pertama kalinya juga pegang e-passpor, dan mencoba menggunakan auto gate di bandara Soekarno Hatta. Pas antri di bagian auto gate, aku sambil memperhatikan bagaimana cara orang di depan menggunakan auto gate, maklum pertama kali hihihi.. Dan ternyata menggunakan auto gate itu bukanlah proses yang mulus bagi semua orang, termasuk aku haha.. Beberapa kali aku harus merubah posisi e-passport dalam proses scanning. Setelah di bantu oleh petugas, akhirnya berhasil juga. Setelah sekitar 2 jam penerbangan, sampai juga di Kuala Lumpur. Karena tiket penerbangan yang aku beli Flythru, jadinya aku tidak perlu keluar Imigrasi. Tetapi aku harus berjalan ke bagian connecting flight. Lagi, barang-barang kita akan di scan x-ray. Lalu, barulah aku berusaha untuk men...

The 4th Dimension

By: Ps. Yonggi Cho (Korea Selatan) Manusia hidup di dimensi ke-3 (ruang, isi, dan waktu). Kalau binatang berada pada di dimensi ke 2. Tetapi ada tingkatan yang lebih tinggi, yaitu dimensi ke-4, dimensi yang tidak dapat dicapai oleh manusia. Dimensi ke-4 adalah dimensi-Nya Tuhan. Tuhan ada dari dulu, sekarang, esok dan selamanya. Roh kita bisa masuk ke dimensi 4 karena kasih Tuhan. Ingin berhasil?! Ketahuilah dimensi-Nya Tuhan. MUJIZAT MASIH ADA!!! Mujizat masih ada dan untuk semua orang! Ingin Mujizat terjadi? Thinking (Pikiran)   Ubahlah pola pikir kita. Berpikirlah hal-hal positif dan kata-kata yang membangun bahwa kita bisa. Buang pikiran negatif dan pikiran-pikiran "tidak bisa" Kita adalah orang-orang yang diurapi Roh Kudus. Berpikir positif = Mujizat mendekat Faith (Iman)  Roma 1:17 Tuhan selalu menyertai orang-orang yang mempunyai iman. Berdoalah dengan beriman. Punya iman + percaya Tuhan + Imani kuasa Tuhan + Imani goals kita Fokuslah dalam berdoa. Perc...

Witing Tresno Jalaran Saka Kulina

Teruntuk: Muridku, si adek kecil yang tidak merasa cantik dan mengiyakan dirinya jelek meski aku bersikukuh mengatakan bahwa kamu manis. November 2011 – Januari 2012. Halo Dek Amel yang biasa di panggil Dek Memey (dan yang aku baru tahu beberapa minggu setelah mendampingimu les, arti Memey = adik perempuan dalam bahasa Mandarin)! Gak kerasa yaa udah 3 bulan kamu jadi muridku, dan aku menjadi guru lesmu versi 2.3 –gingerbread (?). Hari pertama aku berkunjung ke rumahmu jujur saja detak jantungku berdegub kencang. Pikiran kemana-mana, dan juga rasa penasaranku pun timbul. Aku bertanya-tanya seperti apakah kamu? Adik kecil yang lucukah? Adik kecil yang penurutkah? Atau yg cupu kah? Aku turun dari motor, namun bukan kamu yang keluar, melainkan Bibi yang mengasuhmu keluar membukakan pagar. Kemudian disusul dengan kakak lelakimu keluar, mungkin hanya sekedar untuk melihat siapa guru les baru mu. Aku mengumbar senyum manis dan hangat. Bukaaaan! Bukan karena kakak lelakinya yang keluar itu ...