Skip to main content

The 4th Dimension

By: Ps. Yonggi Cho (Korea Selatan)

Manusia hidup di dimensi ke-3 (ruang, isi, dan waktu). Kalau binatang berada pada di dimensi ke 2.
Tetapi ada tingkatan yang lebih tinggi, yaitu dimensi ke-4, dimensi yang tidak dapat dicapai oleh manusia. Dimensi ke-4 adalah dimensi-Nya Tuhan.

Tuhan ada dari dulu, sekarang, esok dan selamanya.
Roh kita bisa masuk ke dimensi 4 karena kasih Tuhan.
Ingin berhasil?! Ketahuilah dimensi-Nya Tuhan.

MUJIZAT MASIH ADA!!!
Mujizat masih ada dan untuk semua orang!

Ingin Mujizat terjadi?

  1. Thinking (Pikiran)
     
    Ubahlah pola pikir kita. Berpikirlah hal-hal positif dan kata-kata yang membangun bahwa kita bisa.
    Buang pikiran negatif dan pikiran-pikiran "tidak bisa"
    Kita adalah orang-orang yang diurapi Roh Kudus.
    Berpikir positif = Mujizat mendekat
  2. Faith (Iman)
     Roma 1:17
    Tuhan selalu menyertai orang-orang yang mempunyai iman. Berdoalah dengan beriman.
    Punya iman + percaya Tuhan + Imani kuasa Tuhan + Imani goals kita
    Fokuslah dalam berdoa. Percayailah Firman Tuhan sepenuhnya.
    Believe that Jesus is our Savior.
  3. Dreams (Mimpi)
     
    Milikilah visi, mimpi, pengharapan, tujuan dalam hidupmu. Dan jalani itu di dalam Tuhan!
    Jangan menyerah begitu saja terhadap mimpi-mimpi kita.
    GAMBARLAH mimpimu dengan detail!
    Rencanakan kehidupan kita. Gambar dan tuliskan. Dan milikilah iman! Berdoa!
    Miliki mimpi lingkunganmu berubah, kehidupanmu berubah.
    Berdoalah sampai mimpi-mimpimu tercapai!
  4. Speaking (Berbicara)
     Yeremia 1:9
    Roma 10:10
    Perkataan itu penting jadi ubah cara kita bertutur kata.
    Lidah itu mengemudikan hidup kita.
    Karena apa yang terjadi alah sesuai dengan yang kita ucapkan, maka berkata-katalah yang positif!

Tuhan mengasihi kita
Kita bisa
Aku mengasihimu :)


"Then God spoke to my heart, 'Son, as the second dimension includes and controls the first dimension, and the third dimension includes and controls the second dimension, so the fourth dimension includes and controls the third dimension, producing a creation of order and beauty. The spirit is the fourth dimension. Every human being is a spiritual being as well as a physical being. They have the fourth dimension as well as the third dimension in their hearts.' So men, by exploring their spiritual sphere of the fourth dimension through the development of concentrated visions and dreams in their imaginations, can brood over and incubate the third dimension, influencing and changing it. This is what the Holy Spirit taught me." — Cho, The Fourth Dimension 1979: p 40

Comments

Popular posts from this blog

Backpacker Japan March 2017: Hello Japan!

Departure Day Tanggal: 12 Maret 2017 Hari yang ditunggu akhirnya datang juga, pertama kali akan pergi backpacker sampai ke Jepang. Dari jam 06:00 pagi aku sudah arrive di Soekarno Hatta. Pesawat akan depart jam 08:30 pagi. Ini pertama kalinya juga pegang e-passpor, dan mencoba menggunakan auto gate di bandara Soekarno Hatta. Pas antri di bagian auto gate, aku sambil memperhatikan bagaimana cara orang di depan menggunakan auto gate, maklum pertama kali hihihi.. Dan ternyata menggunakan auto gate itu bukanlah proses yang mulus bagi semua orang, termasuk aku haha.. Beberapa kali aku harus merubah posisi e-passport dalam proses scanning. Setelah di bantu oleh petugas, akhirnya berhasil juga. Setelah sekitar 2 jam penerbangan, sampai juga di Kuala Lumpur. Karena tiket penerbangan yang aku beli Flythru, jadinya aku tidak perlu keluar Imigrasi. Tetapi aku harus berjalan ke bagian connecting flight. Lagi, barang-barang kita akan di scan x-ray. Lalu, barulah aku berusaha untuk men...

Witing Tresno Jalaran Saka Kulina

Teruntuk: Muridku, si adek kecil yang tidak merasa cantik dan mengiyakan dirinya jelek meski aku bersikukuh mengatakan bahwa kamu manis. November 2011 – Januari 2012. Halo Dek Amel yang biasa di panggil Dek Memey (dan yang aku baru tahu beberapa minggu setelah mendampingimu les, arti Memey = adik perempuan dalam bahasa Mandarin)! Gak kerasa yaa udah 3 bulan kamu jadi muridku, dan aku menjadi guru lesmu versi 2.3 –gingerbread (?). Hari pertama aku berkunjung ke rumahmu jujur saja detak jantungku berdegub kencang. Pikiran kemana-mana, dan juga rasa penasaranku pun timbul. Aku bertanya-tanya seperti apakah kamu? Adik kecil yang lucukah? Adik kecil yang penurutkah? Atau yg cupu kah? Aku turun dari motor, namun bukan kamu yang keluar, melainkan Bibi yang mengasuhmu keluar membukakan pagar. Kemudian disusul dengan kakak lelakimu keluar, mungkin hanya sekedar untuk melihat siapa guru les baru mu. Aku mengumbar senyum manis dan hangat. Bukaaaan! Bukan karena kakak lelakinya yang keluar itu ...