Skip to main content

WHAT IS IT MEAN?

You were mine, but you gone.
I knew you were already gone, but I cant take it well.
It took a long time. You were still gone.
Suddenly, when I thought I've already face it..You back.
But in no time you back gone.
Don't you know if it made me hard to breathe?
It looked like everything as usual, then you suddenly came again.
You kept me hanging on, because you gone over again.
So what happening to you?
 Datang dan pergi, apakah itu sebuah hobi barumu? Ataukah hanya sebuah permainan yang sedang kau mainkan? Apa maksud ini semua? Sama seperti waktu itu, kau memulai kembali. Dengan konsep yang sama, dan tiba-tiba kau membuat sebuah akun baru dimana aku keranjingan dengan akun tsb. Memberitahuku terlebih dahulu, seolah kau memang sengaja agar aku mengetahuinya.

Cara sama yang kau lakukan ketika dahulu aku keranjingan salah satu jejering sosial, dan kau mulai melangkahi apa yang dimana aku aktif di dalamnya.

Enrtahlah, apakah ini hanya perasaanku saja, awalnya memang aku bertanya-tanya. Sungguh terkadang aku memang bimbang. Kau tidak tahu bagaimana aku, asal kau tahu saat saat tersulit ketika sedang melakukan move on adalah ketika kau mulai datang kembali di puncak aku bisa merelakanmu. Bukan. Bukannya aku tidak mau kau berada di sekitarku, bukan soal aku benar-benar ingin kau tidak pernah menghubungiku, hanya saja itu semua tampak serba salah, bahkan aku tidak dapat menjelaskannya.

Sejujurnya, sulit bagiku untuk mengambil keputusan. Tapi aku memang jarang mengontak dirimu, entah. aku semacam ada perasaan takut apabila aku yang memulai. Jadi aku memilih untuk diam, seolah hilang juga daripada mu. Ya, mungkin saja aku terkesan menghindari.

Tapi selebihnya aku sudah lebih baik sekarang seiring dengan berjalannya waktu. Hanya memang kuakui aku teringat hal hal kecil yang pernah kita lalui. Dan juga memang terkadang aku merasakan kesepian setelah memiliki dan kehilangan mu. Kau tak perlu tahu, cukup aku.
Terima Kasih

Comments

Popular posts from this blog

Backpacker Japan March 2017: Hello Japan!

Departure Day Tanggal: 12 Maret 2017 Hari yang ditunggu akhirnya datang juga, pertama kali akan pergi backpacker sampai ke Jepang. Dari jam 06:00 pagi aku sudah arrive di Soekarno Hatta. Pesawat akan depart jam 08:30 pagi. Ini pertama kalinya juga pegang e-passpor, dan mencoba menggunakan auto gate di bandara Soekarno Hatta. Pas antri di bagian auto gate, aku sambil memperhatikan bagaimana cara orang di depan menggunakan auto gate, maklum pertama kali hihihi.. Dan ternyata menggunakan auto gate itu bukanlah proses yang mulus bagi semua orang, termasuk aku haha.. Beberapa kali aku harus merubah posisi e-passport dalam proses scanning. Setelah di bantu oleh petugas, akhirnya berhasil juga. Setelah sekitar 2 jam penerbangan, sampai juga di Kuala Lumpur. Karena tiket penerbangan yang aku beli Flythru, jadinya aku tidak perlu keluar Imigrasi. Tetapi aku harus berjalan ke bagian connecting flight. Lagi, barang-barang kita akan di scan x-ray. Lalu, barulah aku berusaha untuk men...

The 4th Dimension

By: Ps. Yonggi Cho (Korea Selatan) Manusia hidup di dimensi ke-3 (ruang, isi, dan waktu). Kalau binatang berada pada di dimensi ke 2. Tetapi ada tingkatan yang lebih tinggi, yaitu dimensi ke-4, dimensi yang tidak dapat dicapai oleh manusia. Dimensi ke-4 adalah dimensi-Nya Tuhan. Tuhan ada dari dulu, sekarang, esok dan selamanya. Roh kita bisa masuk ke dimensi 4 karena kasih Tuhan. Ingin berhasil?! Ketahuilah dimensi-Nya Tuhan. MUJIZAT MASIH ADA!!! Mujizat masih ada dan untuk semua orang! Ingin Mujizat terjadi? Thinking (Pikiran)   Ubahlah pola pikir kita. Berpikirlah hal-hal positif dan kata-kata yang membangun bahwa kita bisa. Buang pikiran negatif dan pikiran-pikiran "tidak bisa" Kita adalah orang-orang yang diurapi Roh Kudus. Berpikir positif = Mujizat mendekat Faith (Iman)  Roma 1:17 Tuhan selalu menyertai orang-orang yang mempunyai iman. Berdoalah dengan beriman. Punya iman + percaya Tuhan + Imani kuasa Tuhan + Imani goals kita Fokuslah dalam berdoa. Perc...

Witing Tresno Jalaran Saka Kulina

Teruntuk: Muridku, si adek kecil yang tidak merasa cantik dan mengiyakan dirinya jelek meski aku bersikukuh mengatakan bahwa kamu manis. November 2011 – Januari 2012. Halo Dek Amel yang biasa di panggil Dek Memey (dan yang aku baru tahu beberapa minggu setelah mendampingimu les, arti Memey = adik perempuan dalam bahasa Mandarin)! Gak kerasa yaa udah 3 bulan kamu jadi muridku, dan aku menjadi guru lesmu versi 2.3 –gingerbread (?). Hari pertama aku berkunjung ke rumahmu jujur saja detak jantungku berdegub kencang. Pikiran kemana-mana, dan juga rasa penasaranku pun timbul. Aku bertanya-tanya seperti apakah kamu? Adik kecil yang lucukah? Adik kecil yang penurutkah? Atau yg cupu kah? Aku turun dari motor, namun bukan kamu yang keluar, melainkan Bibi yang mengasuhmu keluar membukakan pagar. Kemudian disusul dengan kakak lelakimu keluar, mungkin hanya sekedar untuk melihat siapa guru les baru mu. Aku mengumbar senyum manis dan hangat. Bukaaaan! Bukan karena kakak lelakinya yang keluar itu ...