You were mine, but you gone.I knew you were already gone, but I cant take it well.It took a long time. You were still gone.Suddenly, when I thought I've already face it..You back.But in no time you back gone.Don't you know if it made me hard to breathe?It looked like everything as usual, then you suddenly came again.You kept me hanging on, because you gone over again.So what happening to you?
Datang dan pergi, apakah itu sebuah hobi barumu? Ataukah hanya sebuah permainan yang sedang kau mainkan? Apa maksud ini semua? Sama seperti waktu itu, kau memulai kembali. Dengan konsep yang sama, dan tiba-tiba kau membuat sebuah akun baru dimana aku keranjingan dengan akun tsb. Memberitahuku terlebih dahulu, seolah kau memang sengaja agar aku mengetahuinya.
Cara sama yang kau lakukan ketika dahulu aku keranjingan salah satu jejering sosial, dan kau mulai melangkahi apa yang dimana aku aktif di dalamnya.
Enrtahlah, apakah ini hanya perasaanku saja, awalnya memang aku bertanya-tanya. Sungguh terkadang aku memang bimbang. Kau tidak tahu bagaimana aku, asal kau tahu saat saat tersulit ketika sedang melakukan move on adalah ketika kau mulai datang kembali di puncak aku bisa merelakanmu. Bukan. Bukannya aku tidak mau kau berada di sekitarku, bukan soal aku benar-benar ingin kau tidak pernah menghubungiku, hanya saja itu semua tampak serba salah, bahkan aku tidak dapat menjelaskannya.
Sejujurnya, sulit bagiku untuk mengambil keputusan. Tapi aku memang jarang mengontak dirimu, entah. aku semacam ada perasaan takut apabila aku yang memulai. Jadi aku memilih untuk diam, seolah hilang juga daripada mu. Ya, mungkin saja aku terkesan menghindari.
Tapi selebihnya aku sudah lebih baik sekarang seiring dengan berjalannya waktu. Hanya memang kuakui aku teringat hal hal kecil yang pernah kita lalui. Dan juga memang terkadang aku merasakan kesepian setelah memiliki dan kehilangan mu. Kau tak perlu tahu, cukup aku.
Terima Kasih
Comments
Post a Comment