Hari ini aku mendapat pelajaran berharga, apa? JANGAN KELUARKAN HANDPHONE SAAT DIANGKOT. Semoga dari posting ini kalian juga bisa berhati-hati dan mulai mikir jikalau hendak mengeluarkan henfonmu dengan alasan yang tepat.
Well, begini ceritanya....
Memang sejujurnya sebelum berangkat aku sudah mendapat semacam firasat, atau mungkin inilah yang namanya 'diingatkan Tuhan' sebelum kejadian. Tadi siang sekitar pukul 12 lewat, aku bersama pembantu tanteku, Bu Kini namanya, naik angkot bersama dengan misi yang berbeda. Aku hendak ke Bintaro Plaza untuk membeli cartridge sedangkan Bu Kini hendak pergi ke rumah lama tante ku untuk bersih-bersih.
Semuanya tampak normal, angkot tida terlalu penuh juga. Seperti biasa kami naik D09 angkot putih dengan tulisan di atasnya Gintung-Jagung. Aku duduk persis di sebelah Bu Kini. Sepanjang perjalan kami cerita cerita, sesaat aku mengeluarkan henfon. Masih asik dengan twitter dan facebook. Dan tiba-tiba saja aku sungguh sangat berniat untuk memasukan henfonku ke dalam tas dan aku memeluk tasku dengan erat dengan kedua tanganku di pangkuanku.
Kemudian setelah beberapa menit diangkot dan setelah kumasukan henfonku ke tas, seorang mbak-mbak masuk ke angkot, an tampak dari belakang ada sebuah mobil kijang inova warna hitam juga menyuruh angkot berhenti.
Seketika angkot menjadi penuh sesak dan berdempetan. Mbak yang aku bilang tadi duduk di sebelahku. Cantik. Manis. Mengenakan kaus putih dengan rambut terurai panjang. Tapi aku tidak begitu memperhatikan kegiatannya.
Kemudaian naiklah seorang cowok, cukup oke. Meski dia bertampang dingin, dan entahlah aku tidak dapet menggambarkannya. Lelaki dengan topi dan jaet orange. Kemudian disusul dengan cowok entah aku tidak begitu mengubrisnya. Dia duduk di pojok belakang dekat jendela, sederet dengan tempat dimana aku duduk. Dan naiklah lagi seorang lelaki duduk dekat pintu masuk, oh dan ada satu lagi yang masuk duduk menggeser lelaki yang duduk di dekat pintu masuk itu.
Baru berjalan sebentar, tiba-tiba orang yang berada di pinggir pintu masuk itu pindah. Duduk di sela sela antara mbak yang duduk di sebelahku dan lelaki di pojok belakang itu. Entahlah, mengapa dia pindah sempat aku berpikir kalau dia genit. Karena mendekati mbak yang manis dan cantik itu.
Tiba tiba saja lelaki yang pindah tadi melakukan adegan muntah, tangannya menyuntuh punggungku. Saat itu aku tidak tahu kalau dia sedang muntah, aku kaget takut dihipnotis, dan seketika aku langsung berseru dalam hati ''Dalam Nama Tuhan Yesus''. Tanganku ditarik oleh lelaki yang ada di pinggir dekat pintu masuk itu, yang sedang meyakinkan bahwa itu sedang muntah.
Setelah adegan yang cukup membuat jantung berdegub kencang, tiba-tiba saja mereka berempat serempak turun. Sambil turun lelaki yang berada di pojok belakang itu menelvon seseorang dan membicarakan soal...memory card? Tidak tidak ada yang sama sekali menyangka. Ketika angkot mulai berjalan perlahan lagi, dan angkot sudah rada longgar. Aku, Bu Kini dan ibu-ibu yang bawa anak termasuk si mbaknya itu sempet tertawa melepas kelegaan yang ternyata hanya seorang lelaki muntah.
Namun ternyata kelegaan yang dirasakan si Mbak itu tidak berakhir seperti aku, Bu Kini, atau penumpang yang lain. Kulihat dia mulai mencari sesuatu di tasnya. Aku mulai mengerinyitkan keningku. Aku mulai melihat hal yang kelihatan mencurigakan. Aku masih memperhatikan Mbaknya, sampai pada akhirnya Mbak tersebut menatapku sudah dengan air mata berlinang ''mbakk..hape saya ilang, dicopet...huhuhuhuhuhu'' . Sungguh aku merasakan rasa yang aku tidak bisa lukiskan. Rasanya ingin membantu tapi aku tidak tahu harus berbuat apa, pada akhirnya kami semua penumpang yang tersisa langsung mengmbil kesimplan orang orang tersebut adala copet, dan rekan-rekan kriminalnya.
Supir angkot segera memberhentkan mobilnya dan menyuruh si Mbak tersebut ke Pos Polisi yang dekat dengan posisi angkot. Akhirnya si Mbak turun. Kami mendiskusikannya di angkot.
IBU IBU BWA ANAK:
Pantas saja mas yang dsamping saya tadi menyuruh saja terus bergeser geser.
IBU KINI
Iya tadi saya lihat itu kan mereka sebelumnya diantar sama mobil pribadi. Masa baru naik langsung turun.
AKU
Anehnya kok dia pindah dari sini ke sini (sambil menunjuk) .
PAK ANGKOT
Sebenernya saya tau itu copet, tapi saya engga berani bilang. Smua supir angkot yang udah lama ngider tahu semua. Tapi kalau saya bilang, saya bisa habis dihajar.
APAAPAAAN COBA MASA ANGKOT NGOMONG GT, walau aku tau itu semua serba salah.
Jadi begini kita tidak tahu mana copet mana bukan, karena mereka terlihat sama seperti yang lainnya. Namun ada ciri-ciri yang mnunjukan bahwa dia copet. Tentu saja si copet jarang untuk melakukan aksinya sendiri. Dia pasti akan membawa teman-temannya. Setelah melakukan aksi kejanggalan pasti mereka akan segera turun. Yang diincar sebagian besar adalah henfon, jadi janganlah menarik perhatian orang banyak dengan mengeluarkan henfonmu. Apalagi kalau henfon anda kelas mahal. Oke kalo si Mbaknya itu hapenya E71.
Waspadalah! Waspadalah !
Seketika angkot menjadi penuh sesak dan berdempetan. Mbak yang aku bilang tadi duduk di sebelahku. Cantik. Manis. Mengenakan kaus putih dengan rambut terurai panjang. Tapi aku tidak begitu memperhatikan kegiatannya.
Kemudaian naiklah seorang cowok, cukup oke. Meski dia bertampang dingin, dan entahlah aku tidak dapet menggambarkannya. Lelaki dengan topi dan jaet orange. Kemudian disusul dengan cowok entah aku tidak begitu mengubrisnya. Dia duduk di pojok belakang dekat jendela, sederet dengan tempat dimana aku duduk. Dan naiklah lagi seorang lelaki duduk dekat pintu masuk, oh dan ada satu lagi yang masuk duduk menggeser lelaki yang duduk di dekat pintu masuk itu.
Baru berjalan sebentar, tiba-tiba orang yang berada di pinggir pintu masuk itu pindah. Duduk di sela sela antara mbak yang duduk di sebelahku dan lelaki di pojok belakang itu. Entahlah, mengapa dia pindah sempat aku berpikir kalau dia genit. Karena mendekati mbak yang manis dan cantik itu.
Tiba tiba saja lelaki yang pindah tadi melakukan adegan muntah, tangannya menyuntuh punggungku. Saat itu aku tidak tahu kalau dia sedang muntah, aku kaget takut dihipnotis, dan seketika aku langsung berseru dalam hati ''Dalam Nama Tuhan Yesus''. Tanganku ditarik oleh lelaki yang ada di pinggir dekat pintu masuk itu, yang sedang meyakinkan bahwa itu sedang muntah.
Setelah adegan yang cukup membuat jantung berdegub kencang, tiba-tiba saja mereka berempat serempak turun. Sambil turun lelaki yang berada di pojok belakang itu menelvon seseorang dan membicarakan soal...memory card? Tidak tidak ada yang sama sekali menyangka. Ketika angkot mulai berjalan perlahan lagi, dan angkot sudah rada longgar. Aku, Bu Kini dan ibu-ibu yang bawa anak termasuk si mbaknya itu sempet tertawa melepas kelegaan yang ternyata hanya seorang lelaki muntah.
Namun ternyata kelegaan yang dirasakan si Mbak itu tidak berakhir seperti aku, Bu Kini, atau penumpang yang lain. Kulihat dia mulai mencari sesuatu di tasnya. Aku mulai mengerinyitkan keningku. Aku mulai melihat hal yang kelihatan mencurigakan. Aku masih memperhatikan Mbaknya, sampai pada akhirnya Mbak tersebut menatapku sudah dengan air mata berlinang ''mbakk..hape saya ilang, dicopet...huhuhuhuhuhu'' . Sungguh aku merasakan rasa yang aku tidak bisa lukiskan. Rasanya ingin membantu tapi aku tidak tahu harus berbuat apa, pada akhirnya kami semua penumpang yang tersisa langsung mengmbil kesimplan orang orang tersebut adala copet, dan rekan-rekan kriminalnya.
Supir angkot segera memberhentkan mobilnya dan menyuruh si Mbak tersebut ke Pos Polisi yang dekat dengan posisi angkot. Akhirnya si Mbak turun. Kami mendiskusikannya di angkot.
IBU IBU BWA ANAK:
Pantas saja mas yang dsamping saya tadi menyuruh saja terus bergeser geser.
IBU KINI
Iya tadi saya lihat itu kan mereka sebelumnya diantar sama mobil pribadi. Masa baru naik langsung turun.
AKU
Anehnya kok dia pindah dari sini ke sini (sambil menunjuk) .
PAK ANGKOT
Sebenernya saya tau itu copet, tapi saya engga berani bilang. Smua supir angkot yang udah lama ngider tahu semua. Tapi kalau saya bilang, saya bisa habis dihajar.
APAAPAAAN COBA MASA ANGKOT NGOMONG GT, walau aku tau itu semua serba salah.
Jadi begini kita tidak tahu mana copet mana bukan, karena mereka terlihat sama seperti yang lainnya. Namun ada ciri-ciri yang mnunjukan bahwa dia copet. Tentu saja si copet jarang untuk melakukan aksinya sendiri. Dia pasti akan membawa teman-temannya. Setelah melakukan aksi kejanggalan pasti mereka akan segera turun. Yang diincar sebagian besar adalah henfon, jadi janganlah menarik perhatian orang banyak dengan mengeluarkan henfonmu. Apalagi kalau henfon anda kelas mahal. Oke kalo si Mbaknya itu hapenya E71.
Waspadalah! Waspadalah !
Comments
Post a Comment