Dan sekali lagi Tuhan menunjukan kasih Nya yang begitu besar kepada ku, dan keluargaku, sangat bersyukur karena memiliki Tuhan seperti Engakau Bapa.
Tadi siang aku masuk ke kamar di mana aku tidur di rumah sepupuku, aku sedang berada di jakarta sudah hampir 3 minggu. Kumelihat ke henfonku dan pop-up berita muncul bahwa ada 1 misscall dari papa.
Untuk irit pulsa aku hanya membalas misscall itu dengan misscall juga, aku tahu bahwa papa akan menelfon balik. Dan benar saja beberapa saat kemudian henfonku bergetar. Saat kulihat layar tentu saja terpampang 'Daddy calling'.
Aku memencet answer, dan kudapati mama berbicara padaku.
Halo..kakak....Mamaaaaa..hehe kenapa ma?Mama bangga loh sama kakaHah? Kenapa Ma? Maksud mama?Iyaa...ini ada surat baru dateng...Surat apa ma?Surat dari UT...surat itu ngasih tau kalo kakak dapet beasiswaHAH? Yang bener ma? Beasiswa?bla...bla...blaaaa.......
Singkat cerita aku mendapat beasiswa dari UT. Sebenarya IP-ku tidak sebagus dengan teman-temanku yang lain di Universitas lain semisal saja UNS atau UGM atau UNDIP. Tapi Puji Tuhan IP segitu di universitasku malah medapatkan beasiswa. Aku bersyukur banget sama Tuhan, dan betapa senang rasanya. Bukan karena rasa senang karena mendapat beasiswa, tapi rasa senang karena aku dapat membuat bangga kedua orang tuaku.
Aku merasa sejak aku SMA aku merasa sudah tidak lagi membuat orang tuaku bangga. Nilai saja turun naik turun, meski aku terpilih untuk mewakili sekolah ku untuk mengikuti Olimpiade Matematika, dan juga Astronomi namun tampaknya itu tidak membuat mereka bangga karena aku selalu kalah. Bahkan lomba desain grafis se jawa tengah jogjakarta pun kalah.
Dan juga saat Ujian sekalipun, aku bahkan tidak bisa membuat mereka sampai bangga. Walau aku tau mereka senang dan lega karena anakya lulus. Aku merasa nilaiku kurang sekali. Aku tidak bisa membuat kedua orang tuaku bangga saat itu.
Dan yang paling membuatku paling merasa aku tidak bisa membuat kedua orang tuaku bangga adalah ketika hasil SNMPTN menyatakan aku tidak diterima di UNS dan yang berlanjut pada pengumuman STAN yang menyatakan aku juga tidak diterima.
Aku merasa semua itu gagal untuk membuat orang tuaku bangga. Sebagai seorang anak di dalam keluarga aku ingin selalu membuat mama papa ku bangga. Tapi aku sudah lama sekali tidak mendengar kata-kata bangga itu terucap.
Tuhan punya rencana dari balik semua ini. Aku percaya, sangat percaya Tuhan memberikan yang terbaik buat kita semua. Dia merancangnya sedemikian hingga dan menjadikan begitu indah buat kehidupan kita.
Seprti halnya kenapa aku ditempatkan di jakarta kemudian pindah ke Solo. Sama halnya ketika aku di tempatkan di SD KrisMa, dan sama halnya ketika aku bersekolah di SMP N 9 yang mana saat itu aku ingin bersekolah dan memang sudah bersekolah di Ursulin selama 1 minggu. Saat lulus SMP dan memang jalannya aku harus di SMADA. Semua itu aku menemukan banyak hal yang bisa aku pelajari.
Dan sekarang walau sebegitu terpukulnya aku tidak keterima di STAN tahun kemarin padahal aku sudah sangat-sangat berjuang dari belajar persiapan, hingga berdoa dan berdoa sampai aku puasa juga. Namun memang jalannya aku disini. Aku di tempatkan disini. Dan Tuhan selalu membuka jalan.
Dan sekarang bagianku untuk berjuang.
Thanks God, I'll make YOU, my parents, families, and all people around me proud.
I will try harder.
God Bless

Comments
Post a Comment