Entah sejak kapan aku sering dan menyukai sedikit waktu kesendirianku hanya untuk berdiam diri, merenyng atau hanya sekedar diam dan sendiri. Jika kau berpikir aku adalah cewe kuper yang gabisa bergaul yang memiliki sedikit teman sehingga memutuskan untuk sendiri? Kau salah besar. Atau kau berpikir aku adalah cewe yang memang benar-benar pendiam, tidak cerewet...kau juga salah.
Tidak, Aku tidak begitu. Hanya saja adakalanya (akhir-akhir ini) aku diam. Menjadi pendiam maksudku. Tapi yidak kutunjukkan di saat aku sedang bersama shabat dan teman-temanku bahkan keluargaku. Ya..mungkin saja aku berhasil menutupi sejenak. Aku cerewet dan ceria. Sungguh. Mungkin kau tak pernah melihatku diam. Tidak ada satu pun yang pernah tahu. Belum ada satu orang pun yang benar benar mengintip, terlebih melihat bagaimana aku. Mungkin karena itu mereka mengganggap aku kuat. Meski begitu aku tidaklah sekuap apa yang mereka kira. Namun dilain sisi aku memang harus berkata begitu, bukan?
Ya...aku menyimpan rapat-rapat, tapi terlalu riskan. Aku tidak bisa berkata banyak. Jadi kemanakah aku harus berlari? Tidak mungkin segalanya ku ceritakan kepada orang tuaku meski sebagian besar kuceritakan kepada mereka. Aku juga tidak bisa segalanya cerita kepada sahabat karibku, meski apapun selalu di share bareng. Bukannya aku tidak mempercayai sahabatku atau bagaimana tapi hey.. siapa tahu hari esok? Aku hanya bercerita dan share apa yang menurutku hal itu perlu di share kan. Kadang hanya takut saja karena ada beberapa diantara mereka secara tidak sadar keceplosan.
Satu - satunya yang kupercaya dan aku yakin DIA juga mendengarkan ku adalah Tuhan :) . Aku suka berbicara dalam hati.. bertanya, berpikir.. entah saat aku sedang mengendarai sepeda motor, ataupun saat hendak tidur, ataupun ketika sedang berjalan, apalah yang sedang kukerjakan aku selalu berbicara dalam hati terlebih saat aku sendiri. Itulah sebabnya aku suka tidur larut, yang ku gunakan untuk merenung sejenak sebelum tidur ataupun hingga tertidur. entahlah...aku merasakan kerinduaan di dalam hati ini. Berkali kali aku merasa ingin sekali mengambil hati (perasaan) ku dan kubasuh hingga bersih. Re-format sehingga segala kerinduaan, sakit hati yang pernah atau sedang aku alami pulih. Setelah bersih dan pulih barulah kuletakkan kembali seperti semula.
Aku suka sekali mengisi waktu sendiri ku dengan bermain gitar, membiarkan ku menikmatinya. Terkadang bahkan sering sekali kenangan dulu terlintas. Bertanya Mengapa, Kenapa dan Kapan? Tapi aku yakin dan percaya Tuhan memberikan ku Apa, Siapa dan Kenapa pada saat waktu yang tepat bagi ku dimana aku memang benar-benar telah siap.
Tidak, Aku tidak begitu. Hanya saja adakalanya (akhir-akhir ini) aku diam. Menjadi pendiam maksudku. Tapi yidak kutunjukkan di saat aku sedang bersama shabat dan teman-temanku bahkan keluargaku. Ya..mungkin saja aku berhasil menutupi sejenak. Aku cerewet dan ceria. Sungguh. Mungkin kau tak pernah melihatku diam. Tidak ada satu pun yang pernah tahu. Belum ada satu orang pun yang benar benar mengintip, terlebih melihat bagaimana aku. Mungkin karena itu mereka mengganggap aku kuat. Meski begitu aku tidaklah sekuap apa yang mereka kira. Namun dilain sisi aku memang harus berkata begitu, bukan?
Ya...aku menyimpan rapat-rapat, tapi terlalu riskan. Aku tidak bisa berkata banyak. Jadi kemanakah aku harus berlari? Tidak mungkin segalanya ku ceritakan kepada orang tuaku meski sebagian besar kuceritakan kepada mereka. Aku juga tidak bisa segalanya cerita kepada sahabat karibku, meski apapun selalu di share bareng. Bukannya aku tidak mempercayai sahabatku atau bagaimana tapi hey.. siapa tahu hari esok? Aku hanya bercerita dan share apa yang menurutku hal itu perlu di share kan. Kadang hanya takut saja karena ada beberapa diantara mereka secara tidak sadar keceplosan.
Satu - satunya yang kupercaya dan aku yakin DIA juga mendengarkan ku adalah Tuhan :) . Aku suka berbicara dalam hati.. bertanya, berpikir.. entah saat aku sedang mengendarai sepeda motor, ataupun saat hendak tidur, ataupun ketika sedang berjalan, apalah yang sedang kukerjakan aku selalu berbicara dalam hati terlebih saat aku sendiri. Itulah sebabnya aku suka tidur larut, yang ku gunakan untuk merenung sejenak sebelum tidur ataupun hingga tertidur. entahlah...aku merasakan kerinduaan di dalam hati ini. Berkali kali aku merasa ingin sekali mengambil hati (perasaan) ku dan kubasuh hingga bersih. Re-format sehingga segala kerinduaan, sakit hati yang pernah atau sedang aku alami pulih. Setelah bersih dan pulih barulah kuletakkan kembali seperti semula.
Aku suka sekali mengisi waktu sendiri ku dengan bermain gitar, membiarkan ku menikmatinya. Terkadang bahkan sering sekali kenangan dulu terlintas. Bertanya Mengapa, Kenapa dan Kapan? Tapi aku yakin dan percaya Tuhan memberikan ku Apa, Siapa dan Kenapa pada saat waktu yang tepat bagi ku dimana aku memang benar-benar telah siap.
Comments
Post a Comment