Gentan, 16 Januari 2012
Yti (Yang ter-imut): Si putih dan Si coklat
di Garasi Rumahku
Aku tidak ingat kapan kalian terlahir dan di telantarkan emak kalian di garasi rumahku, yang aku ingat mamaku menyadari adanya 4 ekor anak kucing termasuk kalian berdua di garasi rumahku. Masih sangat kecil namun kasihan karena terlantar. Sebenarnya dengan sangat jujur tidak ada satupun orang di rumahku menyukai kucing, apalagi mengingat di rumah isinya cewek-cewek semua. Jadi papaku memutuskan untuk memindahkan kalian dari garasi ke luar rumah -entah kemana-, hanya saja waktu itu baru berhasil mengeluarkan dua ekor saja dan ketika adikku juga mamaku melihat dua ekor kucing (yaitu kalian berdua) yang masih ada di rumah sangat lucu dan imut-imut, papa membiarkan kalian stay lebih lama di garasi rumahku.
Aku sejujurnya pula tidak begitu menggubris kalian padamulanya. Sesekali melihatmu sewaktu kecil yang mulai berkeliaran keluar garasi menuju tempat cuci piring atau ke dapur. Namun aku semakin memperhatikanmu, dan semakin lama semakin aku memperhatikanmu...hatiku tersentuh oleh keakraban kalian. Mengeong dan saling menunggu antar saudara. Si Putih yang selalu tidak ingin meninggalkan si Coklat. Si Coklat yang selalu memanggil si Putih untuk kembali ke garasi. Dan aksi-aksi lucu kalian yang tidak pernah kalian sadari. Aku cukup terhibur oleh kalian.
Beberapa bulan terakhir ini (dan kalian sudah cukup besar badannya) aku yang paling sering membuat kalian makanan. Dan aku mulai terkesima serta jatuh hati dan sayang sama kalian. Aku hafal bagaimana si Putih yang selalu datang menghampiri aku yang sedang membuka kulkas, kemudian kamu mengeong dengan wajah polos dan imutmu yang membuatku gemas. Si Coklat yang selalu mlingker, beputar-putar, menyentuhkan tubuhmu dengan manja di kakiku ketika sedang melumatkan ikan besek+nasi menu favoritmu. Dan hal-hal lain yang kelamaan membuatku sayang pada kalian.
Terima kasih yaa Putih, terima kasih Coklat. Kalian selain menghiburku, kalian juga mengajarkan sebuah kebersamaan dan kesetiakawanan. Meski dulu aku sempat tidak menggubris kalian, tapi sekarang aku sayang kalian.
Temanmu,
Mela.
Comments
Post a Comment