Evening!
My mum still in Solo, so I'm back to be anak rantau for couple days in Bali. Untuk bertahan hidup dan uang tidak begitu banyak terkuras gue harus makan di rumah, bukan jajan diluar. Sepulang kerja ceritanya gue sama Lita and Bila pergi ke sebuah mini market deket tempat kerja kami.
Kami harus berpencar karena mencari keperluan masing-masing. Dan gue mencari daun bawang karena di otak gue ntar sepulang kerja gue mau masak mie rebus pakai daun bawang. Segeeeerr! Ketika gue lihat-lihat ke rak pendingin sayur, gue ketemu sama bule kribo pakai kaos kuning celana pendek hitam yang lagi gegalauan.
krik..krik...
Gue kemudian ngakak dalam hati, apa-apan alesan gue kenapa mentaga nya gak di display di bagian pendingin. Karena orang Indonesia lebih suka begitu (lembek) daripada yg beku.
Setelah sampai rumah, gue semaleman melek berfikir. Itu bule tadi beneran nanya butter apa engga ya? Jangan-jangan doi nanya water tapi ak dengernya butter. Mungkinkah? Karena water juga bisa jadi ditaruh di fridge. Dan bisa jadi ditaruh deketan sama yougurt. Jadi? Gimana? Dia nanya butter, kan?
My mum still in Solo, so I'm back to be anak rantau for couple days in Bali. Untuk bertahan hidup dan uang tidak begitu banyak terkuras gue harus makan di rumah, bukan jajan diluar. Sepulang kerja ceritanya gue sama Lita and Bila pergi ke sebuah mini market deket tempat kerja kami.
Kami harus berpencar karena mencari keperluan masing-masing. Dan gue mencari daun bawang karena di otak gue ntar sepulang kerja gue mau masak mie rebus pakai daun bawang. Segeeeerr! Ketika gue lihat-lihat ke rak pendingin sayur, gue ketemu sama bule kribo pakai kaos kuning celana pendek hitam yang lagi gegalauan.
Bule: "Do you speak English?"
Gue: *uhuk* "Yes, may I help you?"
Bule: "Do you know butter?"
Gue: *yaelaah..butter doang gue tau keleus, kirain mo tebak2an apa gue udah deg2an takut gak bisa jawab -_-* "Ah.. you try to find butter? Alright, I will help you to find it"
Bule: "Thank you..thank you very much"
Gue: *plirak plirik kesana kemari gak nemu-nemu tu mentega dimana, dan aahh! Ternyata mereka display mentega di atas rak deket roti. Duh!* "Here, your butter"
Bule: *mencet-mencet mentega yang refill 250grm* "What do you call butter in Indonesia?"
Gue: "Men-te-ga"
Bule: *masih mencet-mencet mentega* "Men..te..ga? Is it fine to have butter like this?"
Gue: *eh? maksud loh karena lembek gitu?*
Bule: "because in my country, butter supposed to be put near yougurt in the fridge, you know?"
Gue: *asal ceplos* "Well, we are here prefer to have like that, we didnt put on the fridge because it will freeze." (?)
Bule: "I see, thank you very much.."
krik..krik...
Gue kemudian ngakak dalam hati, apa-apan alesan gue kenapa mentaga nya gak di display di bagian pendingin. Karena orang Indonesia lebih suka begitu (lembek) daripada yg beku.
Setelah sampai rumah, gue semaleman melek berfikir. Itu bule tadi beneran nanya butter apa engga ya? Jangan-jangan doi nanya water tapi ak dengernya butter. Mungkinkah? Karena water juga bisa jadi ditaruh di fridge. Dan bisa jadi ditaruh deketan sama yougurt. Jadi? Gimana? Dia nanya butter, kan?
Comments
Post a Comment