Skip to main content

Jakarta I'm in Love (The Hidden Story of Cerita dari Ibu Kota)

Postingan ini aku bakal menguak hal yang tersembunyi dari posingan sebelumnya.

21 Januari 2011

Mendapat sms kejutan dari Iyok. Dia sudah berada di Jakarta dan ngajak main. Well, begitulah yang bisa saya ungkapkan: Excited. Entah karena saya sedikit ada interest sama dia atau karena pada dasarnya saya sangat senang hangout sama sahabat2 saya. Tapi yang jelas rasa excited ini beda ketika anggota sompiioo ngajak main di Ibu Kota.
Sebenarnya pagi itu juga tante saya mengajak saya rapat untuk pembuatan skenario, namun setelah rembugan akhirnya saya bisa main bersama Iyok.

Perjalanan mbolang aku sama dia sudah terceritakan jelas di postingan sebelumnya.
Aku sering memperhatikan hal-hal yang orang lakukan ketika berada dekat dengan ku. Misalnya saja, Artha yang takut menyebrang jalan jadi kalau kami menyebrang aku yang maju, atau misalnya lagi Imex yang selalu berjalan disisi kiriku dan selalu menghindarkan ku dari serangan asap rokok yang dia tahu betul aku tidak suka asap rokok.

Kali ini adalah kali pertama aku jalan sama Iyok seorang. Bukan bersama anak-anak spasi yang lain. Dan jadi...aku baru pertama kali memperhatikan dia. Dia berjalan di sebelah kiriku, seolah ingin menjagaku dari banyaknya sliwar sliwer kendaraan di ibu kota. Dia juga yang memotong jalan dengan maksud supaya bisa menyebrang dengan aman, layaknya tugasku ketika sedang hangout bersma sompiioo. Dia selalu menyuruhku untuk berjalan di depannya ketika berada di gang yang sempit atau di jalan yang tidak memungkinkan bisa berjejer dua lewat. Dan aku bisa mengambil kesimpulan kalau hal itu adalah wajar dan cukup bisa dikategorikan gentle. Ditambah ketika dia menawarkan seat di busway kepada seorang wanita setengah baya yang tidak mendapatkan seat.

Tapi..ada satu hal lagi yang membuatku berpikir. Dan itu sangat amat megusik pikiranku. Ketika kami pulang, turun di halte lebak bulus dan berjalan untuk mencari Ibu Iyok yang sudah berada di Soto Betawi dekat Lebak Bulus... Iyok tiba-tiba menggandeng tanganku. Kaget. Bingung. Seneng. Jadi satu. Aku berusaha dalam hati untuk mengontrol gejolak yang tidak aku pahami. Di dalam otak berusaha menetralisir dengan berkata "namanya juga sahabat namanya juga sahabat.."

Tidak segampang itu, setelah aku diantar pulang ke rumah tanteku.. Dan detik itu juga aku merasakan sesuatu yang aneh. Dan aku mulai berpikir kembali apa maksud Iyok menggandeng tanganku. Apakah wujud seorang sahabat yang melindungi sahabatnya? Ataukah ada rasa lebih dari itu? Dan aku membandingkan perlakuan sahabat ku yang lain ketika sedang berjalan bersama ku. Imex melakukan hal yang sama dilakukan Iyok ketika sedang berjalan bersama ku, tapi dia sama sekali tidak menggandengku ketika sedang berjalan. Hanya saja dia pernah memegang kepalaku dari belakang  ketika sedang berada di kehirukpikukan dan sambil memegang kepalaku dia menuntun keluar dari kerumunan orang2 di pameran komputer dan aku kehilangan Imex dan Yudha. Tapi tidak sama sekali menggandengku. Padahal Imex adalah sahabat lelaki saya yang terdekat dari semua sahabat lelaki saya. Jadi, saya berusaha sebisa mungkin untuk netral. Tapi sekiranya saya mencoba, saya tidak bisa.. hehehehe...
Jadi..sejak itu mulai (lagi) tumbuh perasaan yang dulu sering timbul tenggelam


NOW

Mungkin gak bisa dibilang berawal dari 21 januari 2011, namun bisa dibilang awal pertemuan rasa pernah suka yang mana Iyok sewaktu kelas 2 SMA dan aku ketika klas 3 SMA adalah 21 Januari 2011 tsb. Hehehe..
Sekarang, sejak 14Maret 2011, si satu orang lagi (baca: post ini) alias Iyok ini adalah pacar saya
I love the way he treats me..


edited [ Nov 08, 2011]
*dan gue baru sadar ternyata gue ngeditnya tepat sebulan end*

OCT 08, 2011:
Goodbye...

Comments

Popular posts from this blog

Backpacker Japan March 2017: Hello Japan!

Departure Day Tanggal: 12 Maret 2017 Hari yang ditunggu akhirnya datang juga, pertama kali akan pergi backpacker sampai ke Jepang. Dari jam 06:00 pagi aku sudah arrive di Soekarno Hatta. Pesawat akan depart jam 08:30 pagi. Ini pertama kalinya juga pegang e-passpor, dan mencoba menggunakan auto gate di bandara Soekarno Hatta. Pas antri di bagian auto gate, aku sambil memperhatikan bagaimana cara orang di depan menggunakan auto gate, maklum pertama kali hihihi.. Dan ternyata menggunakan auto gate itu bukanlah proses yang mulus bagi semua orang, termasuk aku haha.. Beberapa kali aku harus merubah posisi e-passport dalam proses scanning. Setelah di bantu oleh petugas, akhirnya berhasil juga. Setelah sekitar 2 jam penerbangan, sampai juga di Kuala Lumpur. Karena tiket penerbangan yang aku beli Flythru, jadinya aku tidak perlu keluar Imigrasi. Tetapi aku harus berjalan ke bagian connecting flight. Lagi, barang-barang kita akan di scan x-ray. Lalu, barulah aku berusaha untuk men...

The 4th Dimension

By: Ps. Yonggi Cho (Korea Selatan) Manusia hidup di dimensi ke-3 (ruang, isi, dan waktu). Kalau binatang berada pada di dimensi ke 2. Tetapi ada tingkatan yang lebih tinggi, yaitu dimensi ke-4, dimensi yang tidak dapat dicapai oleh manusia. Dimensi ke-4 adalah dimensi-Nya Tuhan. Tuhan ada dari dulu, sekarang, esok dan selamanya. Roh kita bisa masuk ke dimensi 4 karena kasih Tuhan. Ingin berhasil?! Ketahuilah dimensi-Nya Tuhan. MUJIZAT MASIH ADA!!! Mujizat masih ada dan untuk semua orang! Ingin Mujizat terjadi? Thinking (Pikiran)   Ubahlah pola pikir kita. Berpikirlah hal-hal positif dan kata-kata yang membangun bahwa kita bisa. Buang pikiran negatif dan pikiran-pikiran "tidak bisa" Kita adalah orang-orang yang diurapi Roh Kudus. Berpikir positif = Mujizat mendekat Faith (Iman)  Roma 1:17 Tuhan selalu menyertai orang-orang yang mempunyai iman. Berdoalah dengan beriman. Punya iman + percaya Tuhan + Imani kuasa Tuhan + Imani goals kita Fokuslah dalam berdoa. Perc...

Witing Tresno Jalaran Saka Kulina

Teruntuk: Muridku, si adek kecil yang tidak merasa cantik dan mengiyakan dirinya jelek meski aku bersikukuh mengatakan bahwa kamu manis. November 2011 – Januari 2012. Halo Dek Amel yang biasa di panggil Dek Memey (dan yang aku baru tahu beberapa minggu setelah mendampingimu les, arti Memey = adik perempuan dalam bahasa Mandarin)! Gak kerasa yaa udah 3 bulan kamu jadi muridku, dan aku menjadi guru lesmu versi 2.3 –gingerbread (?). Hari pertama aku berkunjung ke rumahmu jujur saja detak jantungku berdegub kencang. Pikiran kemana-mana, dan juga rasa penasaranku pun timbul. Aku bertanya-tanya seperti apakah kamu? Adik kecil yang lucukah? Adik kecil yang penurutkah? Atau yg cupu kah? Aku turun dari motor, namun bukan kamu yang keluar, melainkan Bibi yang mengasuhmu keluar membukakan pagar. Kemudian disusul dengan kakak lelakimu keluar, mungkin hanya sekedar untuk melihat siapa guru les baru mu. Aku mengumbar senyum manis dan hangat. Bukaaaan! Bukan karena kakak lelakinya yang keluar itu ...