Skip to main content

Mr. Sunshine who expel the past feeling.

Bukankah itu bagus? Akhirnya gue bisa beranjak dari perasaan masa lalu gue. Udah lupa sama perasaan gue dulu, bukan sama orangnya loh tapi sama perasaan gue. Udah engga lagi sepintas mikir masa lalu, haha ternyata butuh lama juga gue sadar yaa. Oke, gue julukin cowok yang bisa narik gue dari masa lalu as Mr. Sunshine. Why? Soalnya dia ngasih efek yang cukup untuk membuat gue berbinar-binar, dan senyum eh nyengir cerah hahaha.
Meski gue belum sepenuhnya kenal sama dia sih, maksud gue, gue kenal sejak SMA tapi cuman sekedar tau, gue mulai akrabnya setelah lulus SMA soalnya. Seyangsayarasain nih ya, oke dia baik, ngocol, engga ngebosenin lah pokoknya, nd perhatiannya super duper banget lah. Tapi gue sadar benar, Mr.Sunshine memang begini, perhatian sama (semua) cewek huahaha. Jadi berasa ngarep ga ngarep huiks.
Perasaan suka gue ke dia didukung sama update status dia yang rada-rada nunjukin dia lagi jatuh cinta, yaaah kali aja sama gue hahha. Tapi gue pikir pikir lagi ada nih update stat dia ngomongin soal 'cinta dulu' laaah...apa sama mantanya dulu? Engga tau juga saya. 
Tapi, apapun ya. Gue makasih banget, Mr.Sunshine udah narik gue dari perasaan masa lalu gue. Cuman Mr.Sunshine yang berhasil narik gue dari masa lalu. Soal perasaan ini semakin menjadi apa tidak biar waktu, dan dirimu, juga diriku yang menjawabnya. \m/


OH MR. SUNSHINE
I WISH YOU COULD UNDERSTAND

Comments

Popular posts from this blog

Backpacker Japan March 2017: Hello Japan!

Departure Day Tanggal: 12 Maret 2017 Hari yang ditunggu akhirnya datang juga, pertama kali akan pergi backpacker sampai ke Jepang. Dari jam 06:00 pagi aku sudah arrive di Soekarno Hatta. Pesawat akan depart jam 08:30 pagi. Ini pertama kalinya juga pegang e-passpor, dan mencoba menggunakan auto gate di bandara Soekarno Hatta. Pas antri di bagian auto gate, aku sambil memperhatikan bagaimana cara orang di depan menggunakan auto gate, maklum pertama kali hihihi.. Dan ternyata menggunakan auto gate itu bukanlah proses yang mulus bagi semua orang, termasuk aku haha.. Beberapa kali aku harus merubah posisi e-passport dalam proses scanning. Setelah di bantu oleh petugas, akhirnya berhasil juga. Setelah sekitar 2 jam penerbangan, sampai juga di Kuala Lumpur. Karena tiket penerbangan yang aku beli Flythru, jadinya aku tidak perlu keluar Imigrasi. Tetapi aku harus berjalan ke bagian connecting flight. Lagi, barang-barang kita akan di scan x-ray. Lalu, barulah aku berusaha untuk men...

The 4th Dimension

By: Ps. Yonggi Cho (Korea Selatan) Manusia hidup di dimensi ke-3 (ruang, isi, dan waktu). Kalau binatang berada pada di dimensi ke 2. Tetapi ada tingkatan yang lebih tinggi, yaitu dimensi ke-4, dimensi yang tidak dapat dicapai oleh manusia. Dimensi ke-4 adalah dimensi-Nya Tuhan. Tuhan ada dari dulu, sekarang, esok dan selamanya. Roh kita bisa masuk ke dimensi 4 karena kasih Tuhan. Ingin berhasil?! Ketahuilah dimensi-Nya Tuhan. MUJIZAT MASIH ADA!!! Mujizat masih ada dan untuk semua orang! Ingin Mujizat terjadi? Thinking (Pikiran)   Ubahlah pola pikir kita. Berpikirlah hal-hal positif dan kata-kata yang membangun bahwa kita bisa. Buang pikiran negatif dan pikiran-pikiran "tidak bisa" Kita adalah orang-orang yang diurapi Roh Kudus. Berpikir positif = Mujizat mendekat Faith (Iman)  Roma 1:17 Tuhan selalu menyertai orang-orang yang mempunyai iman. Berdoalah dengan beriman. Punya iman + percaya Tuhan + Imani kuasa Tuhan + Imani goals kita Fokuslah dalam berdoa. Perc...

Witing Tresno Jalaran Saka Kulina

Teruntuk: Muridku, si adek kecil yang tidak merasa cantik dan mengiyakan dirinya jelek meski aku bersikukuh mengatakan bahwa kamu manis. November 2011 – Januari 2012. Halo Dek Amel yang biasa di panggil Dek Memey (dan yang aku baru tahu beberapa minggu setelah mendampingimu les, arti Memey = adik perempuan dalam bahasa Mandarin)! Gak kerasa yaa udah 3 bulan kamu jadi muridku, dan aku menjadi guru lesmu versi 2.3 –gingerbread (?). Hari pertama aku berkunjung ke rumahmu jujur saja detak jantungku berdegub kencang. Pikiran kemana-mana, dan juga rasa penasaranku pun timbul. Aku bertanya-tanya seperti apakah kamu? Adik kecil yang lucukah? Adik kecil yang penurutkah? Atau yg cupu kah? Aku turun dari motor, namun bukan kamu yang keluar, melainkan Bibi yang mengasuhmu keluar membukakan pagar. Kemudian disusul dengan kakak lelakimu keluar, mungkin hanya sekedar untuk melihat siapa guru les baru mu. Aku mengumbar senyum manis dan hangat. Bukaaaan! Bukan karena kakak lelakinya yang keluar itu ...